arsip

INI ARSIP TULISAN, ARTIKEL, BERITA ATAU APA PUN YANG DAPAT DIARSIP

TIP BANGKIT DARI SAKIT HATI

Posted by I MADE SARJANA pada Mei 24, 2008

BANGKIT UNTUK MENANG

Orang-orang yang berpengalaman dan sangat menghayati kehidupan dengan mudah memetik pelajaran dari pengalaman itu. Salah satu contohnya adalah Krishnamurti, seorang mindset motivator cukup kondang. Ia menulis pengalaman-pengalaman hidupnya dengan tujuan berbagi pengalaman sekaligus sebagai motivasi bagi orang-orang yang membutuhkan. Motivasi itu dapat And abaca pada majalah bulanan Intisari edisi Mei 2008 pada halaman 22-23. Bagi orang-orang yang gundah gulana, kecewa atau sakit hati akibat dikhianati oleh seseorang atau teman yang kita perlakukan dengan baik baca tipnya pada majalah Intisari. Atau baca arsip 002


PARADE KARYA : | PROSA | PUISI | ARTIKEL | DIARY | UNEG-UNEG | LUKISAN | KETERAMPILAN | TEKA-TEKI |INSPIRASI | AWAL | ALUMNI | BERITA | PRESTASI | INFO | INPUT | PARADE KARYA | PROFIL SEKOLAH |

Related Link : —————————————————-

Berita

Informasi

Belajar Internet

Belajar

Wawasan

—————————————————————–

|ACCOUNTING | ACNE| ADSENSE| ADVERTISING | AEROBICS| AFFILIATE | ALTERNATIF | ARTICLE | ATTRACTION| AUCTIONS|AUDIO-STREAMING| AUTO-CARE|AUTO-PART| UTORESPONDENS| AVIATION| BABIES-TODDLER| BABY| BANKRUPTCY | BATHROOM|

Nomor Kliping : 002

Judul : Bangkit Untuk Menang

Penulis : Krishnamurti (mindset motivator)

Media : Intisari

Edisi : Mei 2008

Rubrik : Inspirasi

Halaman : 22 – 23

Penerbit : PT Intisari Mediatama

BANGKIT UNTUK MENANG

Saya ingin berbagi pengalaman nyata yang saya alami satu setengah tahun lalu, khususnya strategi kebangkitan diri saya. Awalnya saya sangat sulit menerima kondisi, masa sih anak muda yang datang belajar ke rumah saya dan memanggil saya guru, justru menjadi pengkhianat yang paling tega dan keji. Edan tenan!

Namun saat memutuskan mengambil tanggung jawab atas semua kejadian ini, sayalah yang akan memetik buah-buah hikmah atas kejadian tersebut. Berikut ini proses dan strategi bagaimana saya bangkit dan melanjutkan karya kehdupan ini.

  1. Sadari, sadari, dan sadari . . . .

Secepat mungkin sadari apa yang terjadi pada diri dan sekeliling kita, meski untuk itu mungkin kita akan terkejut kaget, terhentak, atau pun tidak percaya. Keluar dan menjauh sebenatar dari situasi ini, lalu cari tempat tenang dan duduk diam sampai Anda bisa benar-benar tenang. Menjauh secara fisik ataupun menjauhkan gambaran yang karena khilaf dapat menjatuhkan kita.

Saat mengalami situasi sulit ini, baik sekali untuk tidak percaya dengan siapa pun, percayalah pada diri Anda sendiri. Percayalah hanya pada hati Anda. Percayalah hanya pada Tuhan yang memiliki kita.

“Trauma memang menghentakkan, namun justru hal itu membuat kita sadar . . . .

  1. Terima, terima, dan terima dengan iklas . . . .

Tahap selanjutnya adalah menerima kejadian ini dengan ikhlas. Memang rasanya berat, sakit, juga pahit bahkan sangat pahit. Namun, bangun kekuatan dalam diri untuk menelan buah pahit ini. Galang keberanian diri untuk memikul tanggung jawab atas semua kejadian ini dengan ikhlas. Karena semua kejadian yang terjadi pasti ada kaitannya dengan diri kita, mungkin kesalahan kita sendiri apa pun bentuknya.

Terima, terima dan terima rasa sakit dalam diri ini sampai rasa itu hilang, lenyap dan sirna dari pandangan mata. Terus mohon ampun pada Dia yang menciptakan diri ini.

“Menerima kekeliruan bisa menimbulkan rasa sakit yang paling dalam, namun sering kali rasa sakit ini justru dapat menjadi daya dorong yang sangat dahsyat untuk melesat ke angkasa!”

  1. Berubah secepat mungkin

Momentum ini adalah peluang besar. Ya, peluang besar untuk melakukan perubahan dalam diri. Bukan mengubah orang lain atau mengubah keadaan. Robek semua lembar sikap yang menghamat. Bakar semua “catatan kotor “ yang bau. Kubur semua otot kebencian dan saraf kemarahan. ampuni , ampuni, dan ampuni. Maafkan, maafkan, dan maafkan.

Buat sikap baru yang sangat berbeda. Habitat yang benar-benar baru. Jadi orang yang berbeda. Semangat yang berbeda. Yang penting hal baru tersebut haruslah berpijak dan berjubah kebenaran.

“Berubah menjadi baru. Bukankah kebangkitan tidak mungkin terjadi, kalau tidak ada kematian? Beranikah aku mati? Mati untuk sang Diri? Mati untuk sang Ego?

  1. Petik buah-buah hikmah

Kejadian memang sudah lewat, sudah berlalu, sudah jadi memori. Namun, yang terpenting adalah memetik buah hikmah agar dapat menjadi bekal berguna di masa mendatang. Itulah perlajarn terbesar dalam kehidupan ini.

Petiklah buah hikmah tentang diri Anda sendiri, tentang manusia, tentang sebuah keadaan dan tentang kehidupan. Buah hikmah bisa saja manis, bisa saja pahit yang tentunya berguna sebagai obat kehidupan ini.

Hanya pohon berbuah lebat yang paling banyak ditimpuki batu”.

  1. Rajutlah kembali karya kehidupan

Rancanglah kembali gambar harapan baru. Mulailah mengambil benang dan jarum. Mulailah merajut sesuai gambaran. Merajut, merajut, dan merajut. Helai demi helai untuk menjadi sehelai cita dari sebuah cita-cita.

“Pikulan yang berat memang melelahkan, namun sesungguhnya akan menguatkan otot pundak kita agar lebih kuat mengangkat beban yang lebih berat. . . .”


PARADE KARYA : | PROSA | PUISI | ARTIKEL | DIARY | UNEG-UNEG | LUKISAN | KETERAMPILAN | TEKA-TEKI |INSPIRASI | AWAL | ALUMNI | BERITA | PRESTASI | INFO | INPUT | PARADE KARYA | PROFIL SEKOLAH |

Related Link : —————————————————-

Berita

Informasi

Belajar Internet

Belajar

Wawasan

—————————————————————–

|ACCOUNTING | ACNE| ADSENSE| ADVERTISING | AEROBICS| AFFILIATE | ALTERNATIF | ARTICLE | ATTRACTION| AUCTIONS|AUDIO-STREAMING| AUTO-CARE|AUTO-PART| UTORESPONDENS| AVIATION| BABIES-TODDLER| BABY| BANKRUPTCY | BATHROOM|

Satu Tanggapan to “TIP BANGKIT DARI SAKIT HATI”

  1. guard live said

    wow bagus banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: